Langsung ke konten utama

Malam Berjuta Kenangan.

Ketua dan sekretaris marhalah mengucapkan pidato perpisahan

Pengasuh pondok ber
Aku hampir lupa sebelumnya kami kelas 6 putri menghadiri acara "Malam Berjuta Kenangan "
Acara ini di peruntukkan untuk kelas akhir KMI, sekaligus perpisahan dengan adik-adik kelas, setiap kelas berpartisipasi utuk acara ini mereka berlomba-lomba membuat penampilan menjadi semenarik mungkin.
hari itu aku berusaha seriang mungkin, walau di dalam hati aku bersedih.
bersedih akan berpisah dengan teman-teman,
berpisah dengan Guru-guru yang aku sangat cintai berkat mereka aku mengerti banyak hal
berpisah dengan adik-adik yang pernah kami pimpin, mereka adalah ladang bagi kami untuk memulai belajar menjadi pemimpin,
berpisah dengan seluruh benda yang ada di kampung damai ini.
Aku menyadari setiap pertemuan pasti ada perpisahan, dan aku tidak akan menganggap ini semua perpisahan tetapi perjuangan, perjuangan yang membutuhkan tempat yang lain dan juga aku dan teman-temanku adalah keluarga besar PonPes Nurul Haramain jadi suatu saat aku akan mengharumkan nama PonPes ini, aku ingin semua orang mengenal lembaga pendidikan ini, just wait and see. Nurul Haramain

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Leaflet Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Pada Ibu Hamil

Leaflet Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil

Persiapan untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan ketekunan dan kerja keras.

Aku Bersyukur Tidak Menghabiskan Hidup Denganmu

Ini tentang akhir kisah setelah kebersamaan bersama seseorang, yang aku tulis pada tanggal   10 Februari 2019.             Kamu tidak akan mampu memaksakan seseorang untuk peduli kepadamu, tidak akan mampu. Tidak semua rasa harus sama Aku telaah dari hari ke hari, aku yang berusaha terlalu keras, berjuang tanpa henti. Saatnya aku mundur beberapa langkah dan mencari kesibukan yang lebih berarti.             Memang mencintai itu tanpa syarat, tetapi sampai kapan itu semua berlabuh ke tempat yang salah. Saat ini aku tidak tau apakah hatiku berlabuh pada tempat yang tepat. Ada banyak pertanyaan terus datang di kepala ku, sampai kapan aku terus saja merasa terpuruk? Aku harus keluar dari keadaan ini dan menemukan jalan yang lebih pasti. Saat ini aku menunggu, ada 18 hari lagi, aku siap untuk itu, siap dengan semua jawaban. Siap dengan semua resiko yang akan aku ...