Langsung ke konten utama

Tetaplah Tegar

Ada saja hal yang tidak dapat di terima oleh logika, seperti keadaan antara dua temanku, teman yang tak terlalu dekat sihh,,, yang mungkin bisa di fikirkan lagi saat ini kita sudah menjadi mahasiswa yang sudah mampu berfikir apakah hal ini  wajar sikap menyakiti hati orang lain.

Yah, karena hal sepele, yang memang dulunya membantu temannya, tetapi mengapa harus di ungkit lagi padahal hanya karena masalah sepele, yang seharusnya tidak perlu di perbesarkan.

Oh teman, aku hanya bisa menjadi penengah saja, kamu sudah melakukan yamg terbaik, diam saat dia memarahi kamu, meminta maaf saat dia marah, memberi kejutan saat ulang tahunnya-tetapi dia malah berfikir di hadiahmu itu ada racunnya,, whats,, begitu bencikah dia terhadapmu?
Tenang saja teman, hapuslah air katamu itu, kau hanya membuang air matamu dengan sia-sia bukan dia saja teman di dunia ini sehingga dia amat sombong sampai saat dia marah tidak ada tersisa kebaikan sedikitpun di hatinya.

Tegarlah kawan, jangan sampai study yang kau perjuangkan menjadi terbangkalai hanya karena satu orang. Banyak teman yang lain yang bersedia membantumu, tetaplah tegar setegar batu karang saat terhempas oleh ombak di lautan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Leaflet Kebutuhan Gizi dan Nutrisi Pada Ibu Hamil

Leaflet Tanda Bahaya Pada Ibu Hamil

Persiapan untuk memperoleh hasil yang baik diperlukan ketekunan dan kerja keras.

Aku Bersyukur Tidak Menghabiskan Hidup Denganmu

Ini tentang akhir kisah setelah kebersamaan bersama seseorang, yang aku tulis pada tanggal   10 Februari 2019.             Kamu tidak akan mampu memaksakan seseorang untuk peduli kepadamu, tidak akan mampu. Tidak semua rasa harus sama Aku telaah dari hari ke hari, aku yang berusaha terlalu keras, berjuang tanpa henti. Saatnya aku mundur beberapa langkah dan mencari kesibukan yang lebih berarti.             Memang mencintai itu tanpa syarat, tetapi sampai kapan itu semua berlabuh ke tempat yang salah. Saat ini aku tidak tau apakah hatiku berlabuh pada tempat yang tepat. Ada banyak pertanyaan terus datang di kepala ku, sampai kapan aku terus saja merasa terpuruk? Aku harus keluar dari keadaan ini dan menemukan jalan yang lebih pasti. Saat ini aku menunggu, ada 18 hari lagi, aku siap untuk itu, siap dengan semua jawaban. Siap dengan semua resiko yang akan aku ...